Tuesday, December 25, 2012

Kenapa Rambut Bisa Rontok


Stres adalah reaksi tubuh yang dapat mengubah fisik, mental, atau emosional. Sekarang Anda ingin tahu apakah stres dapat menyebabkan hilangnya rambut. Yah, ada tiga jenis kerontokan rambut yang dapat dipicu oleh stres. Jenis pertama dari kerontokan rambut adalah ketika rambut berhenti tumbuh, jatuh di sekitar 2 bulan dan kemudian tumbuh kembali dalam waktu sekitar 7 bulan. Istilah ilmiah untuk ini adalah effluvium Telogen. Telogen effluviom biasanya disebabkan oleh stres emosional atau fisik yang memaksa rambut tumbuh ke dalam masa istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut mungkin akan jatuh secara tiba-tiba ketika mencuci atau menyisir rambut.

Jenis kedua dari rambut rontok adalah efek dari stres yang berlebihan atau biasa di sebut alopecia areata ini terjadi ketika rambut bisa rontok di patch atau jatuh keluar sepenuhnya. Untuk memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi, ketika Anda menderita alopecia areata, sel darah putih menyerang folikel rambut yang akhirnya menghentikan pertumbuhan rambut dan menyebabkan kerugian pada rambut.

Bentuk ketiga rambut rontok disebut trikotilomania. Trikotilomania adalah dorongan tak terkendali untuk menarik keluar rambut dari kulit kepala Anda, alis atau bahkan bagian lain dari tubuh Anda.

Seperti yang Anda lihat stres dapat menyebabkan kerontokan. Hal terbaik yang harus dilakukan ketika mengalami kerontokan rambut adalah untuk mendapatkan stres Anda di bawah kendali. Jika Anda memiliki stres Anda di bawah kendali dan Anda masih mengalami rambut rontok berlebihan maka kerugian rambut Anda tidak disebabkan oleh stres.

Stres tidak masalah permanen, yang dibutuhkan adalah gaya hidup yang lebih baik dan tingkat stres yang terkontrol.

No comments:

Post a Comment